HKBP Kebayoran Lama Adakan Kebaktian Era New Normal

HKBP Kebayoran Lama Adakan Kebaktian Era New Normal
Ketua Gugus Tugas HKBP Kebayoran Lama, St Parasman Pasaribu, diapit Pdt Ivander Lumbantobing dan St HOT Sianipar.

HKBP Kebayoran Lama, adakan ibadah perdana era new normal, Minggu (5/7) Kebaktian diadakan tiga kali, pertama pukul 07.30 yang diikuti 46 warga jemaat. Kebaktian kedua pukul 10.30 yang diikuti 38 warga jemaat dan kebaktian sore (alterenatif) diikuti 46 warga jemaat.

Sebelum ibadah new normal dimulai, Ketua Gugus Tugas Pandemi Covid-19 HKBP Kebayoran Lama St Parasman Pasaribu, sudah mensosialisasikan kepada warga jemaat melalui ibadah online (28/6) pelaksanaan/prosedur ibadah Minggu masa pandemi Covid-19.

HKBP Kebayoran Lama Adakan Kebaktian Era New Normal
Suasana kebaktian new normal di HKBP Kebayoran Lama

Ibadah hanya untuk warga jemaat berusia 17 tahun hingga 59 tahun. Anak-anak dan lansia tetap beribadah online di rumah masing-masing.

Warga jemaat yang ingin mengikuti ibadah, harus mendaftar dulu ke sintua banjar masing-masing dan harus sehat. Setiap banjar hanya sembilan orang. Begitu juga jumlah yang mengikuti kebaktian Minggu dibatasi hanya untuk 150 orang.

Setiap warga jemaat wajib mengikuti protokol kesehatan; cuci tangan, pakai masker, jaga jarak. Pun, ruang gereja terlebih dahulu disemprot disinfektan dalam setiap ibadahnya.

HKBP Kebayoran Lama Adakan Kebaktian Era New Normal
Warga jemaat tertib cuci tangan sebelum mengikuti ibadan dan sesudah ibadah.

Pada kebaktian Minggu (12/7) ibadah pertama diikuti 24 warga jemaat, ibadah kedua dihadiri 38 warga jemaat dan ibadah ketiga diikuti 35 orang.

Ketua Gugus Tugas St Parasman mengatakan, warga jemaat masih sulit menghilangkan kebiasaan lama, selalu duduk di bangku paling belakang. Lupa jaga jarak, cenderung masih berkerumun sehingga parahalado yang bertugas selalu mengingatkan agar patuh pada protokol kesehatan.

Melihat animo warga jemaat mengikuti kebaktian di gereja dalam dua kali kebaktian minggu ternyata tidak memenuhi kuota. “Akan dievaluasi sesudah satu bulan ibadah berlangsung apa penyebab anggota jemaat enggan datang ke geraja untuk beribadah,” kata Parasman.

(Rita Siahaan)

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.