Guna Lestarikan Budaya Batak akan digelar Seminar Meningkatkan Ketahanan Budaya Yang Kristiani

SuaraHKBP.Com, JAKARTA – Seminar berjudul Meningkatkan Ketahanan Budaya Batak Yang Kristiani akan digelar pada hari Sabtu, 8 September 2018 di Universitas HKBP Nommesen, Medan, dengan penyelenggara Komite Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Parahiyangan, dan Perkumpulan Gaja Toba Semesta (PGTS).

Ketua Bidang Hubungan antar lembaga KPPS HKBP, Ir Leo Hutagalung menjelaskan maksud dan tujuan dari seminar ini adalah menginventarisasi Budaya Batak yang sejalan dengan Ajaran Alkitab dan menjadikannya sebagai dasar kehidupan Jemaat Kristiani setiap hari, serta melestarikannya sebagai Budaya Batak yang harus dilanjutkan keberadaannya.

Ir Leo Hutagalung

“Pada akhirnya, seminar ini akan menjadi strategi masyarakat Batak di Kawasan Danau Toba didalam menghadapi keterbukaan sejalan dengan rencana pemerintah membangun Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata berkelas dunia,” ujar Leo.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain,” kata Leo.

Sedangkan Kebudayaan, menurut Edward Burnett Tylor, merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

“Budaya Batak didalam falsafah dasar bersumber dari kepercayaan terhadap Ompu Mula Jadi Na Bolon (Ketuhanan Yang Maha Esa). Hadirnya Kristen di Tanah Batak, lebih dari 157-tahun yang lalu, sesungguhnya merupakan kehendak Allah Pencipta, dan terjadilah sebuah simbiosis Budaya dan Agama, yang pada akhirnya menjelma menjadi Budaya Batak Yang Kristiani,” jelas Leo.

Seminar ini akan mengundang Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid, PhD., yang mengali Nilai Nilai Dasar Kebudayaan Batak melalui paparan Pastor DR. Herman Nainggolan, OFMCap, berjudul “Religiusitas dalam Kebudayaan Batak Asli “dan pandangan Pdt. DR. Martin Lukito Sinaga, berjudul “Keunggulan dan Keunikan Kebudayaan Batak Yang Kristiani”.

Selanjutnya akan dikupas Budaya dan Gereja dengan melihat “Peran Gereja dalam Konteks Kebudayaan Batak”, oleh Pdt. DR. JR Hutauruk, Ephorus (em) HKBP, dan “Sinergi Kepemimpinan Adat, Gereja, dan Pemerintah di Masyarakat” yang akan diangkat oleh moderamen GBKP, Pdt. Agustinus Pengarapen Purba, STh., MA. Pada bagian akhir dari seminar tema Budaya dan Kerja akan dikupas oleh Prof. DR. Tualar Simarmata. Ir., MS, Guru Besar UNPAD pemikiran dengan judul “Transformasi Teknologi Pertanian Berbasis Inovasi Mewujudkan Tanah Batak Sebagai Lumbung Pangan dan Destinasi Agrowisata”, lalu Manguji Nababan, SS., akan mengulas “Industri Pariwisata Yang Nyaman dan Aman Dalam Bingkai Kebudayaan Batak, serta DR. Indira Simbolon, SH.,MA. angkat mengangkat konsep “PerlindunganMasyarakat Adat dalam PembangunanKawasan Kaldera Toba”. Seminar ini akan dihadiri lebih dari 200-orang peserta dari kalangan pemerhati, peneliti, pendeta, wisata, serta mahasiswa STT HKBP Nommensen dan STT Abdi Bangsa.

Rangkaian diskusi disetiap sesi akan memperkaya rumusan yang diharapkan dapat menjadi sumbangsih bagi masyarakat termasuk juga masukan bagi Kongres Nasional Kebudayaan Batak yang akan menjadi kelanjutan dari seminar ini, yang akan dilaksanakan di Jakarta, pada 26-28 Oktober 2018.

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.