Luhut B Panjaitan: Bangun Danau Toba, Sifat “Hotel” itu hilangin lah

SuaraHKBP.Com, Jakarta – Perkumpulan Gaja Toba Semesta (Gaja Toba) menggelar sarasehan Tokoh Masyarakat Peduli Kawasan Danau Toba bersama Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan para Bupati Se-Kawasan Danau Toba (KDT) yang diadakan di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa malam, 3 Juli 2018.

Selain Menko Maritim dan Bupati Se-KDT, hadir juga, antara lain, para pejabat pemerintahan eselon 1, anggota DPR lintas partai, anggota DPD, tokoh masyarakat yang berasal dari KDT, dan pemimpin Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam sambutannya, mengemukakan pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, membawa perubahan perbaikan begitu cepat. Perubahan ini juga berdampak pada Kawasan Danau Toba.

“Kampung kita ini berubah begitu cepat. Jumat dan Sabtu makin banyak orang Batak kesana. Tiket pesawat selalu penuh pada hari itu. Hunian hotel juga penuh. ini suatu revenue (pendapatan) bagi daerah,” papar dia.

Menghadapi perubahan tersebut, menurut Luhut, ada tiga hal yang perlu segera ditingkatkan yakni bidang pendidikan, pertanian dan pariwisata.

“Karena itu, mari kita kompak dan saling menolong untuk membangun kampung kita. Jadi, enggak ada yang perlu merasa lebih hebat. Sifat Hosom, Teal dan Late (Hotel) atau benci, iri hati dan dengki itu dihilangin lah,” tegas dia.

Sementara Ekonom Senior, Raden Pardede, menjelaskan sarasehan ini diadakan sebagai bagian dari kerja sama dan kepedulian tokoh masyarakat KDT.

“Dalam sarasehan ini kita bekerja, bersepakat dan berkomitmen untuk membangun Kawasan Danau Toba sebagai Air Kehidupan bagi masyarakat disana,” ujar dia.

Diakhiri acara, Tokoh Masyarakat Peduli Kemajuan Kawasan Danau Toba berkomitmen bersama untuk lebih peduli dan teguh dalam prinsip mewujudkan keinginan pemerintah.

Adapun komitmen bersama tersebut adalah, pertama, KDT sebagai destinasi unggulan pariwisata RI, yang memajukan kesejahteraan masyarakat dengan perhatian khusus kepada yang masih tertinggal. Kedua, menjaga lingkungan danau agar lebih bersih dan sehat. Ketiga, mengembangkan SDM yang lebih handal dan siap maju. Keempat, tetap menjaga nilai-nilai kebudayaan tradisi yang baik dan Berketuhanan Yang Maha Esa.

(Vic)

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.