ORANG BATAK GEMAR BERNYANYI         

Para pemenang lomba cipta lagu Batak bersama pencipta dan penyanyi diabadikan usai pengumuman oleh juri (bas)

SUARAHKBP.COM, JAKARTA – Dalam konteks kehidupan orang Batak, dahulu kala nyanyian sudah dikenal dalam sejarah hidup orang Batak. Tak heran kalau orang Batak gemar bernyanyi. Bahkan gereja HKBP disebut gereja yang bernyanyi. Lihatlah, rangkaian ibadah tidak terpisahkan dari nyanyian dan musik.

Pernyataan ini disampaikan Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, pada malam Grand Final Lomba Cipta Lagu Batak, yang digelar di Grand Ballroom The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Jumat (17/11)

Namun perlu dicermati agar syair lagu sebaiknya berisi; nasehat, didikan, membangun iman dan memberikan semangat. Karena secara alami, lirik lagu dan musik yang acap didengar, ternyata bisa mempengaruhi pola pikir bahkan perbuatan seseorang.

Contoh lagu; Anakkon hi do hamoraon di au. Lagu ini, sarat pesan yang mendidik sekaligus memberikan semangat kepada orang tua untuk berjuang menyekolahkan anaknya. Lagu ini telah membentuk pola pikir orang Batak, anak adalah harta yang harus mendapat pendidikan yang setinggi-tingginya.

“Makanya semiskin apa pun orang Batak, namun kemiskinan bukan menjadi penghalang untuk tidak menyekolahkan anaknya,” kata Darwin

Lomba cipta lagu Batak yang diprakarsai Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) HKBP ini, dipimpin Sukur Nababan dan didukung Artis Silangit. Lomba ini juga terkait dengan Orientasi Program Pelayanan HKBP 2017: Pendidikan dan Pemberdayaan. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan HKBP mendukung penuh acara ini. Inilah yang pertama kali, gereja (HKBP) terlibat memprakarsai lomba cipta lagu,”  ujar Ephorus Darwin Lumbantobing yang disambut tepuk tangan meriah.

Kita boleh bangga, karena HKBP berhasil mengadakan acara seperti ini, untuk pertama kalinya, kita memberi penghargaan kepada para pencipta lagu. Kebanyakan pencipta lagu tidak dihargai dengan layak dan selalu berperan di belakang layar, berbeda dengan penyanyi. “Karena itu, secara khusus kita memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada para pencipat lagu Batak yang memberi poda kepada kita semua,” kata Ketua BPP HKBP Sukur H Nababan dalam sambutan.

Dari 350 lagu yang diseleksi ada 30 lagu yang lolos ke semifinal. Kemudian, dari 30 lagu diperlombakan di semifinal, tim juri menetapkan 10 lagu terbaik dan lagu ini diperlombakan pada grand final. “Selain itu, panitia akan memberikan apresiasi kepada pencipta lagu Batak yang telah berhasil mengubah karakter orang Batak,” ujar Sukur Nababan.

Pada kesempatan yang sama, Sukur Nababan, menyampaikan terima kasih kepada Artis Silangit. Mereka telah bekerja keras siang dan malam agar perhelatan lomba cipta lagu Batak ini bisa terlaksana sebagaimana diharapkan. “Terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang baik dengan Artis Silangit,” kata Sukur

Tim juri yang diketuai Tarida Hutauruk, mengumumkan, pemenang lomba cipta lagu Batak 2017, Juara 1: Uhum na Umbalga i, Ciptaan Paul Sihombing. Penyanyi: Lea Simanjuntak. Juara 2: Batak Bangso na Tarpillit, Ciptaan Lopez Sitanggang. Penyanyi: Rita Butarbutar. Juara 3: Damang na Burju, Ciptaan Abidin Simamora. Penyanyi: Putri Siagian.

Juara harapan, Harapan 1: Sada do Dalan, Ciptaan M Panggambean. Penyanyi Ruth Sihotang. Harapan 2: Holong na Margelleng, Ciptaan: Andre Silaen. Penyanyi Sisca Manurung. Harapan 3: Sidumadang Ari, Ciptaan Robert Marbun. Penyanyi: THE T2INS.

Lagu favorit pilihan penonton pada malam grand final diraih; Holong na Marggeleng, Ciptaan: Andre Silaen dan penanyanyi Sisca Manurung.

Pada malam grand final, Panitia Lomba Cipta Lagu Batak, menyerahkan penghargaan kepada 21 orang pencipta lagu. Penghargaan kepada pencipta lagu yang telah almarhum, diserahkan kepada yang mewakili keluarga.

Penerima penghargaan yaitu; (Alm) Nahum Situmorang, (Alm) S’dis Sitompul, (Alm) Muliater Simanungkalit, (Alm) Bonar Gultom, (Alm) Jan Sinambela, (Alm) Firman Marpaung, Dakka Hutagalung, (Alm) Bernardo Rajagukguk, (Alm) Tigor Gipsy Marpaung, Tagor Tampubolon, Iran Ambarita, (Alm) William Satar Naibaho, Denny Siahaan, Freddy Tambunan, Robert Marbun, (Alm) Adimar Panjaitan, Lopez Sitanggang, Soaloon Simatupang, Tarida Hutauruk, (Alm) Benny Panjaitan dan (Alm) Posther Sihotang. (bas)

 

 

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.