Pernyataan Ephorus HKBP Terkait Bom di Gereja Oikumene Samarinda: JANGAN TERPANCING EMOSI

Jakarta, (suarahkbp.com) Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, terkait dengan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Seberang, yang memakan korban, anak-anak Sekolah Minggu, meminta kepada umat Kristen, jangan terpancing emosi.

“Mari kita doakan pelaku tindakan tidak terpuji itu, agar segerera menyesali perbuatannya,” kata Ephorus Darwin Tobing.

Hari ini, Senin (14/11) salah satu korban Intan Marbun (2 tahun) dikabarkan meninggal dunia, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Samarinda.

Tadi siang Ephorus HKBP mengunjungi korban bom di Samarida, kunjungan pastoral untuk memberikan penghiburan.

Ephorus HKBP, Pdt Dr Darwin Lumbantobing
Ephorus HKBP, Pdt Dr Darwin Lumbantobing

Ephorus berangkat dari Jakarta setelah mengadakan pertemuan dengan evangelis di HKBP Rawamangun Jakarta, Senin (14/11)

Ephorus HKBP menyampaikan pernyataan, usai kebaktian Minggu di HKBP Jatisampurna, Cibubur, Jakarta, Minggu (13/11) terkait peristiwa bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda Seberang;

Ia menyatakan, turut prihatin atas kejadian pemboman di Gereja Oikumene, seusai warga jemaat HKBP beribadah sehingga beberapa anak Sekolah Minggu jatuh korban dan meninggal dunia.

Akibat dari tindakan yang sungguh tidak terpuji tersebut, telah memakan korban empat orang anak terbakar bahkan dini hari tadi seorang di antaranya meninggal dunia.

Menyatakan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya anak kami Intan Marbun umur dua tahun warga jemaat HKBP Samarinda, Seberang. Kiranya Tuhan menghibur keluarga yg ditinggalkan.

Kepada anak-anak kami korban pemboman yg masih dirawat, doa kami Tuhan segera menyembuhkan. Kepada keluarga tetap tabah dan kuat menghadapi pergumulan ini.

Ephorus Darwin Lumbantobing mengimbau kepada seluruh umat Kristen agar jangan terpancing emosi. Kita doakan semoga pelaku-pelaku tindakan tidak terpuji itu segera menyesali tindakannya.

Kita juga mendoakan pihak kepolisian dan pihak terkait agar bekerja dengan baik, mengusut peristiwa kelam itu dan menjamin keamanan beribadah di tempat peristiwa dan sekitarnya.

Memohon dengan hormat kepada pemerintah untuk menjamin kebebasan dan keamanan beribadah kepada setiap masyarakat yangg beribadah kepada Tuhannya.

Terkait peristiwa bom di Samarinda, pihak Polri meminta masyarakat tetap tenang atas bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Polri akan cepat menangani perkara ini.

“Percayakan proses penegakan hukumnya kepada Polri. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada detikcom, Minggu (13/11/2016).

Saat ini polisi masih memeriksa pria berinisial J, pelaku pelemparan bom molotov ini. Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya juga telah bicara agar masyarakat tetap tenang.

“Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya,” ujar Tito.

Tito menyebut, J saat ini sudah diamankan di Polresta Samarinda. J merupakan mantan napi teroris bom Puspitek, Tangerang dan bom buku di Jakarta.

Polri akan mengembangkan kasus ini untuk memburu pihak-pihak lain yang terkait.

“Dia (J) gabung dengan kelompok JAT, kita akan kembangkan,” katanya.

Begitu juga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk pelaku peledakan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur. MUI meminta aparat cepat menangani kasus itu.

“Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila. Tindakan tersebut dapat mengusik kerukunan hidup umat beragama dan mengancam kebhinnekaan dalam NKRI,” kata Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (13/11).

Dikatakan Zainut, MUI menengarai aksi pelemparan bom molotov ini adalah bentuk teror yang dilakukan oleh kelompok yang menginginkan terjadinya kekacauan, distabilitas nasional dan disintegrasi bangsa Indonesia. Kelompok ini ingin menciptakan kondisi bahwa negara Indonesia tidak aman, mencekam dan menakutkan.

“MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk bertindak cepat menangkap pelakunya, dan mengusut tuntas motif tindakannya sehingga dapat diantisipasi dampak ikutannya,” ujar Zainut.

MUI mengimbau seluruh masyarakat Indonesia tetap tenang. Jangan sampai terprovokasi hasutan dan ajakan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Serahkan sepenuhnya penanganan masalah ini ke aparat penegak hukum agar ditangani cepat, tegas dan tuntas.

“Majelis Ulama Indonesia menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarganya, semoga diberikan kesabaran dan kesehatannya segera dipulihkan kembali,” imbuh Zainut.

(Bas/Vic/dari beberapa sumber)

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.