KETIKA DANAU TOBA DIKELOLA BADAN OTORITA TOBA

Panorama Danau Toba di Sumatera Utara, dilihat dari kawasan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Minggu (15/2). Kawasan Danau Toba saat ini sedang diusulkan menjadi obyek taman bumi atau geopark baru kelas dunia yang terdaftar dalam Jaringan Taman Bumi Global Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Kaldera Toba menjadi fenomena alam unik karena diketahui terbentuk dari letusan supervolcano 74.000 tahun lalu. Kompas/Gregorius Magnus Finesso (GRE) 15-02-2015

Setelah sekian lama Danau Toba Sumatera Utara dikelola secara bersamaan oleh  tujuh pemerintah daerah yang berada di seputaran Danau Toba yakni Pemkab Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbahas, Dairi  dan Karo, kini pengelolaan Danau Toba, bernaung di satu atap; Badan Otorita Parawisata (BOP) yaitu; Badan Otorita Toba.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, badan tersebut dibentuk untuk mempercepat pengembangan kepariwisataan Danau Toba dengan mengggunakan pendekatan konsep single destination single management agar pengelolaan Danau Toba dapat lebih terkoordinasi.

Pembentukan Badan Otorita Toba,  sebagai terobosan regulasi dalam mempercepat kenaikkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba dan memaksimalkan pariwisatanya. “Karena berdasarkan pengalaman selama ini sistem pengelolaan single destination dengan multy management menjadi penghambat terhadap peningkatan wisman ke obyek wisata,” ujarnya.

Selama ini, ada tujuh kabupaten sama-sama menjadi pengelola Danau Toba  dan masing-masing bupatinya memiliki visi, kebijakan, dan program yang berbeda untuk Danau Toba. Bayangkan kalau Danau Toba itu perusahaan, mana bisa jalan jika ada tujuh pemimpin perusahaannya. “Itu namanya critical success factor,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut bagian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2016 di Jakarta, Selasa (26/1) Dalam struktur badan otorita tersebut sebagai Dewan Pengarah Menko Maritim, Ketua Harian Menpar dengan anggota menteri-menteri terkait termasuk Menko Polhukam.

Menpar Arief Yahya, menambahkan,  dengan terbentuknya Badan Otorita Toba, pengelolaan Danau Toba diharapkan bisa semakin maksimal. Badan otorita tersebut nantinya yang memutuskan mau dibikin atraksi apa, fasilitas apa, dan apa-apa saja yang dibenahi di Danau Toba.

Dengan adanya Badan Otorita Toba, pengembangannya akan lebih jelas dan terarah. Misalnya cukup satu bandara di Danau Toba yang terbaik, jadi tidak perlu ada tujuh bandara di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba. “Begitupun jalan tol dari Bandara Kualanamu ke Danau Toba, cukup satu saja tidak semua kabupatennya dibuat tol dari Kualanamu,” tambah Arief Yahya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan,  dengan Badan Otorita Toba diharapkan Danau Toba bisa menjadi “Monaco of Asia”, yakni destinasi pariwisata tingkat internasional yang berhasil menjaring banyak wisman.

“Kita akan jadikan Danau Toba ini Monaco of Asia, karena orang sudah tahu kalau Monaco itu bagus, cantik, pemandangannya indah dan bersih,” katanya.

Menurut Rizal Ramli  dengan Badan Otorita Toba pengelolaan dan pengembangan Danau Toba akan jauh lebih efektif.

Dengan konsep single destination single management, jumlah pengunjung Danau Toba pasti meningkat dan wilayahnya akan cepat terbangun, Jadi harus ada satu badan otorita untuk tiap satu tujuan wisata. “Contoh yang berhasil adalah Bali Tourism Authority di Nusa Dua,” terangnya.

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik inisiatif dibentuknya Badan Otorita Toba. Menurutnya, langkah tersebut sudah ditunggu masyarakat Batak sejak puluhan tahun lalu. “Presiden Jokowi pun menyambut baik dan mendukung penuh, katanya rencana ini juga salah satu program pemerintah yang paling penting,” ujar Luhut.

Selain Danau Toba, pemerintah juga akan membentuk badan otorita parawisata di sembilan kawasan wisata utama di Indonesia pada 2016, yakni; Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang, yang memiliki daya saing global tinggi.

(bas/dari berbagai sumber)

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.