Nusron Wahid: HANYA PEMIMPIN  YANG PUNYA NYALI BISA MEMBRANTAS KORUPSI

Nusron Wahid saat menyampaikan diskusi bersama Praeses DKI Colan Pakpahan, Dumoly Pardede dan Alfosno

 

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, mengatakan, hanya pemimpin yang punya nyali yang bisa membrantas korupsi di negeri ini. Sebab itu, kita butuh pemimpin yang bersih, konsisten dan benar-benar punya nyali dan tak gentar menghadapi para koruptor.

“Kalau tidak punya nyali, jangan diharap bisa membrantas korupsi dan kecurangan di negri ini,” kata Nusron Wahid, di hadapan peserta; Diskusi Nusantara, yang dihadiri berbagai tokoh lintas agama yang diadakan di Hotel  Alila, Jakarta, Rabu (11/11)

Nurson menambahkan, seorang pemimpin meskipun Islam, tapi korupsi  dan tidak jujur akan hancur kekuasaannya serta kepemimpinnanya. Seorang pemimpin meskipun kafir, tapi jujur tidak korupsi  kepemimpinannya akan terus kuat dan langgeng.  “Jadi sebenarnya  bukan persoalan agama, tapi soal kemampuan memimpin,” ucap Nusron

Apalagi masalah bangsa kita paling mendasar adalah soal kesejahteraan. Apa pun yang dibicarakan, diseminarkan entah teorinya dibolak-balik, tetap kesejahteraan pokok persoalan.  Sebab itu,  perlu solusi konkrit dari pemimpin agar kesejahteraan rakyat dapat meningkat.

Peserta diskusi dari HKBP bersama Praeses Colan WZ Pakpahan
Peserta diskusi dari HKBP bersama Praeses Colan WZ Pakpahan (Foto bas)

Karena itu, pemimpin yang berhasil apabila ia mampu memberikan kesejahteraan rakyatnya.  Bangsa yang besar apabila mampu menanggulangi problem yang dihadapi bangsa itu.  “Bangsa yang besar  apabila masyarakatnya tidak lagi mempersoalkan perbedaan agama,” ujar Nurson Wahid.

Sebab itu, kita butuh pemimpin yang memberikan inspirasi dan suport kepada semua kalangan yang membutuhkan dukungan.  Begitu juga silahturahmi perlu dirawat melalui forum keagamaan sehingga ada kinerja sinergis di kalangan tokoh lintas agama .Praeses Distrik VIII DKI Jakarta Raya, Colan WZ Pakpahan dalam diskusi, menjelaskan, kristenisasi tidak perlu ditakutkan.  Tidak ada kristenisasi dalam ajaran Yesus seperti di Mateus 28: 18-19. Istilah kristenisasi sengaja diprovokasi pihak tertentu sehingga menimbulkan saling mencurigai terhadap umat Kristen.

Suasana Diskusi Nusantara di Alila Hotel Jakarta
Suasana Diskusi Nusantara di Alila Hotel Jakarta (Foto bas)

Umat Kristen pengikut Yesus, hanya meneladani ajaran Yesus yang mengutamakan kasih terhadap siapa pun. “Tidak ada kristenisasi dalam hal ini,” kata Colan Pakpahan.

Colan juga  menyinggung soal mayoritas dan minoritas, ia mengusulkan  supaya dihilangkan saja dari NKRI.   Sebab, UUD sangat jelas melindungi semua warga negara Indonesia,  entah apa pun agamanya atau hanya satu orang pengikutnya misalnya, dia adalah warga negara Indoenesia, bukan minoritas meskipun sedikit jumlahnya.

“Saya pikir, lama kelamaan istilah mayoritas dan minoritas akan hilang karena memang tidak sesuai dengan undang-undang negara kita,” kata Praeses Colan Pakpahan.

Sebelum diskusi, sambutan disampaikan Dumoly Freddy Pardede dan hadir juga Alfonso mewakili tokoh Katolik. (bas)

 

IKLAN

BUKU KERJA KERJA KERJA MAU

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.